Selasa, 14 Juni 2016

GALERI : Pemain Baru Yang Layak Dipanggil Ke Timnas


Indonesia Soccer Championship A 2016 jadi wadah para pemain untuk mencuri perhatian Alfred Riedl demi satu tempat di timnas Indonesia. Beberapa sudah menunjukkan potensi mereka.
 
Berikut nama-nama pemain baru yang layak masuk dalam daftar seleksi pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2016 :

1. Teja Paku Alam | Kiper | Sriwijaya
Masih muda namun sudah memperlihatkan kematangan di bawah mistar, bahkan menjadi salah satu kiper terbaik ISC A sejauh ini.

2. Shahar Ginanjar | Kiper | Mitra Kukar
Sosok tegas di bawah mistar gawang Naga Mekes, usianya matang dan panggilan timnas bukan hal yang salah untuk eks Persib ini.
 
3. Putu Gede | Bek | Bhayangara Surabaya United
Semakin matang dengan pengalaman yang cukup didapat sejak membela timnas U-19, panggilan untuk timnas senior layak didapat.
 
4. Ricky Fajrin | Bek | Bali United
Bek kiri yang mencatatkan tekel terbanyak hingga pekan kelima ISC A dan diharapkan terus konsisten.
 
5. Saepuloh Maulana | Bek | Mitra Kukar
Eks Semen Padang ini seharusnya sudah sejak dulu dilirik timnas, namun selalu tertutup oleh nama tenar lain.
 
6. Ahmad Maulana | Bek/Gelandang | Madura United
Rambutnya tentu mengingatkan kita pada sosok Marouane Fellaini, tapi yang satu ini penampilannya sedang konsisten.
 
7. Bayu Pradana | Gelandang | Mitra Kukar
Sosok penyeimbang permainan di lini tengah Mitra. Gaya mainnya sederhana dan diikuti daya juang tinggi.
 
8. Adam Alis | Gelandang | Barito Putera 
Gelandang dengan visi bagus yang bisa dimainkan dengan berbagai peran, pengalaman di Bahrain membuat Adam tambah matang.
 
9. Terens Puhiri | Gelandang | Pusamania Borneo
Winger lincah yang mengingatkan kita pada Boaz Solossa muda. Aset bagus untuk regenerasi timnas.

10. Fadhil Sausu | Gelandang | Bali United
Selama ini Fadhil jarang mendapat perhatian, terima kasih untuk Nilmaizar yang menempatkannya dari bek sayap ke gelandang. 

11. Rico Simanjuntak | Gelandang | Semen Padang
Sayap mungil yang bikin fans Semen Padang melupakan Hendra Bayauw. Asal tak cepat puas, Rico masih bisa lebih mengilap.

12. Arthur Bonai | Bek/Gelandang/Striker | Perseru Serui
Permata Papua yang tak begitu disorot, namun cahayanya tak meredup sebagaimana musim ini sudah mencetak dua gol.

13. Jefri Kurniawan | Gelandang | Pusamania Borneo
Pemain terbaik Piala Kemerdekaan 2015. Dikenal gesit dan gemar melepaskan tendangan 'cannonball'.

14. Septian David Maulana | Gelandang | Mitra Kukar
Tiga gol sudah dicetak winger jebolan timnas U-19 ini. Walau kadang inkonsisten, namun pilihan bagus untuk supersub.

15. Ambrizal Umanailo | Gelandang | Persija 
Sedang dalam sorotan sebagai pemain muda. Butuh menjaga penampilan dan konsentrasinya, namun harus diberi jam terbang internasional.

16. Yohanis Nabar | Gelandang | Sriwijaya
Penyerang sayap yang dikenal cepat dan gigih. Diharapkan bisa lebih baik dari Oktovianus Maniani pada 2010.

17. Ichsan Kurniawan | Gelandang | Sriwijaya
Jam terbang menumbuhkan kepercayaan diri jebolan timnas U-19 ini. Sekarang lebih mengilap ketimbang Zulfiandi dan Hargianto.

18. David Laly | Gelandang | Persib 
Pemain lincah dan cepat, karakter yang disukai Riedl di sisi sayap. Belum pernah dilirik untuk timnas meski sudah mulai melejit sejak 2014.

19. Ghozali Siregar | Gelandang | Gresik United
Punya karakter cepat dan dribel bagus di sisi lapangan, bisa jadi alternatif bagi Riedl untuk posisi winger.

20. Andik Rendika Rama | Bek | Persija
Jika sudah saatnya regenerasi pemain timnas di sektor bek sayap, maka pemain asal Surabaya ini layak diperhitungkan.
Sumber : GOAL.com

CATATAN: Alfred Riedl & Indonesia Yang Harus Realistis


Alfred Riedl untuk ketiga kalinya melatih timnas Indonesia di Piala AFF 2016
 
Hal yang harus diutamakan Riedl saat ini adalah menanamkan fondasi skuat timnas masa depan

PSSI telah memutuskan untuk menunjuk kembali Alfred Riedl sebagai pelatih tim nasional (timnas) Indonesia di Piala AFF 2016. Tentu ini sangat mengejutkan, bahkan untuk Riedl sendiri yang mengaku secara tiba-tiba dihubungi PSSI, seminggu sebelum pengumuman.

Padahal, sebelumnya perhatian pencinta sepakbola Tanah Air hanya terbatas pada tiga pelatih lokal, yakni Nilmaizar, Indra Sjafri, dan Rahmad Darmawan. Ketiga pelatih itu bahkan sudah melakukan presentasi di depan tim panelis yang dibentuk PSSI. Meski setelah itu, Indra memilih mundur dari pencalonan tersebut.

Tentunya, banyak yang mempertanyakan kenapa harus Riedl lagi? Pelaksana tugas ketua umum PSSI, Hinca Pandjaitan, pada saat mengumumkan Riedl sebagai pelatih anyar untuk timnas Indonesia, langsung buru-buru menyatakan. "Dalam keadaan tidak ideal ini, kami harap semua bisa mendukung dan menerima keputusan ini," ujarnya.

Ini seakan induk organisasi sepakbola Indonesia itu menyadari, penunjukkan Riedl kali ini bakal memunculkan pro dan kontra. Maklum, meski sangat berpengalaman di level Asia Tenggara, Riedl masih belum bisa mengantarkan tim yang dilatihnya menjadi juara Piala AFF maupun SEA Games.

Seperti diketahui, Riedl sudah dua kali mengarsiteki skuat Garuda di Piala AFF. Tepatnya pada Piala AFF 2010 dan 2014. Dari segi hasil, masih belum sesuai yang diharapkan untuk mengantarkan tim Merah Putih menjadi juara di ajang sepakbola tertinggi antarnegara Asia Tenggara itu.

Memang, pada Piala AFF 2010, Riedl sempat memunculkan euforia yang begitu hebat, meski hanya mengantarkan timnas Indonesia menjadi runner-up. Sedangkan pada 2014, hasilnya lebih buruk lantaran gagal membawa Firman Utina dan kawan-kawan lolos dari fase grup.

Bersama Vietnam, prestasi terbaiknya hanya mengantarkan timnas dari negeri Paman Ho itu menjadi runner-up Piala AFF 1998, serta Vietnam U-23 sebagai runner-up SEA Games 2003 dan 2005.

Bagaimana dengan targetnya kali ini? Pastinya akan sangat berat bagi pelatih mana pun, yang hanya memiliki waktu persiapan sekitar empat bulan jelang Piala AFF nanti. Apalagi, sudah satu tahun lebih timnas Indonesia tak berlaga di level internasional lantaran terkena sanksi suspensi FIFA.

Tapi, dengan percaya diri Opa dari Austria itu mematok target bisa membawa timnas Indonesia ke partai final. Meski, dia menyatakan juga bisa saja merevisi targetnya itu berdasarkan hasil pembagian grup yang bakal digelar, 2 Agustus nanti.

Hal itu seakan menyiratkan, pelatih berusia 66 tahun itu pun tak begitu yakin dirinya bisa memenuhi target tersebut. PSSI sebagai pihak yang menunjuk Riedl, juga kaget mantan pelatih timnas Vietnam itu mematok target tersebut.

Riedl kembali didampingi Wolfgang Pikal untuk Piala AFF 2016.

Kenyataan yang ada saat ini, semestinya membuat masyarakat Indonesia menjadi lebih realistis lagi, bahwa sulit untuk meraih juara pada Piala AFF nanti. Terlebih, di tengah masa persiapan yang tidak ideal.

Ingat! Realistis, bukan pesimistis. Kita boleh saja optimistis skuat Garuda bisa meraih juara atau sekadar lolos ke final untuk kelima kalinya pada Piala AFF nanti, karena apapun bisa saja terjadi di sepakbola. Meski Thailand sudah berjalan jauh untuk mengejar prestasi di Asia, Malaysia yang sudah mengatur tur Oseania, serta Vietnam yang menjadi susah untuk ditaklukkan. Belum lagi, Filipina yang kini bisa saja menjadikan Indonesia lumbung gol seperti yang mereka lakukan pada Piala AFF 2014.

Timnas Indonesia sendiri pelatihnya saat ini baru melakukan pemantauan pemain yang berlaga di Indonesia Soccer Championship (ISC) A. Belum lagi, nantinya Riedl akan dipusingkan untuk bernegosiasi dengan klub soal waktu pemusatan latihan yang ideal di tengah padatnya jadwal ISC A.

Sekali lagi, kita harus realistis sedari dini. Pulang dari Piala AFF dengan tidak membawa hasil memalukan saja sudah bagus. Kalaupun nantinya ada keajaiban Indonesia menjadi juara, itu akan menjadi hadiah terindah bagi Indonesia di akhir tahun ini.

Saat ini, yang mesti diutamakan pelatih yang semasa aktif bermain berposisi sebagai striker itu adalah menanamkan fondasi skuat masa depan timnas Indonesia. Paling tidak, untuk mematangkan pemain menuju SEA Games 2017, serta Asian Games 2018.

Jangan lagi, mengandalkan pemain yang itu-itu saja. Para pemain eks penggawa timnas Indonesia U-19 era Indra Sjafri, hingga pemain timnas U-23 SEA Games 2015, cukup layak dikedepankan. Menyusul, penampilan mereka saat ini semakin matang di ISC A. 


Riedl baru memulai pemantauan pemain di sisa waktu persiapan sekitar empat bulan untuk Piala AFF 2016.

Ditambah, beberapa pemain yang sedang meroket di ISC A, serta beberapa wajah lama yang memang masih mumpuni untuk memperkuat skuat Garuda. Karena biar bagaimanapun, tetap dibutuhkan pemain berpengalaman di level internasional untuk menjaga keseimbangan tim. Semoga Riedl benar-benar mewujudkan pernyataannya bakal menghadirkan wajah baru di skuat timnas untuk Piala AFF nanti.

Pada akhirnya, semua yang direncanakan Riedl saat ini harus mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak. Karena tanpa dukungan semua pihak, apa yang direncanakan mantan pelatih timnas Palestina itu tak akan berhasil. Semoga saja, timnas kita bisa berbicara banyak di episode ketiga bersama Riedl pada Piala AFF nanti.


 Statistik Alfred Riedl bersama Timnas Indonesia
Sumber : GOAL.com

RESMI: Alfred Riedl Kembali Jadi Pelatih Timnas Indonesia



PSSI akhirnya memutuskan untuk menunjuk kembali Riedl sebagai pelatih timnas Indonesia

PSSI akhirnya memutuskan Alfred Riedl untuk kembali menjadii pelatih timnas Indonesia. Hal itu diumumkan PSSI di kantor PSSI Pusat, Jakarta, Jumat (10/6) siang.

Keputusan ini memang mengejutkan. Mengingat sebelumnya, nama pelatih asal Austria itu tak disebut-sebut sebagai calon. Bahkan, PSSI sudah melakukan tes terhadap tiga pelatih lokal, yakni Nilmaizar, Rahmad Darmawan, dan Indra Sjafri.

"Dalam keadaan yang tidak ideal, kami mengambil keputusan ini," kata Hinca Pandjaitan, pelaksana tugas ketua umum PSSI, kepada wartawan.

"Sebelumnya kami sudah mendiskusikan ini dengan ketua umum dan internal untuk keputusan ini. Dalam keadaan yang tidak ideal ini, kami harap semua bisa mendukung dan menerima keputusan ini," tambahnya

Agenda terdekat, Riedl bakal melatih skuat Garuda untuk Piala AFF 2016 yang bakal berlangsung di Filipina dan Myanmar, 19 November-17 Desember nanti. Ini untuk ketiga kalinya mantan pelatih timnas Vietnam itu ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia.

Sebelumnya, pada 2010 dia membawa timnas meraih gelar runner-up dan pada 2014 gagal membawa tim Merah Putih lolos dari fase grup.


Sumber : GOAL.com

Jumat, 19 September 2014

Permainan Timnas U-19 Dipuji Petinggi Valencia




REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Timnas U-19 mendapat apresiasi tinggi dari Valencia B yang menjadi lawan uji coba kedua pada tur Spanyol. Pada laga yang digelar pada Kamis (19/9) malam WIB, Evan Dimas dan kawan-kawan berhasil menahan imbang Valencia B dengan skor 1-1.

Tim Departemen Metodologi Valencia CF, Toni Hernandes, mengaku terkejut dengan permainan timnas U-19. Menurut dia, timnas U-19 memiliki masa depan yang cerah dan bisa mengangkat prestasi sepak bola Indonesia. Toni mengaku cukup mengetahui karakter permainan tim Indonesia.

“Saya terkejut dengan tim ini (timnas U-19). Mereka bermain berbeda. Mereka bermain lebih terorganisasi, memiliki kemampuan menguasai bola yang baik pula. Jadi saya pikir, struktur tim ini sudah baik,” kata Toni seperti disampaikan promotor tur Spanyol Nine Sport Inc melalui rilis kepada wartawan.

Selain itu, Fernandes menilai para pemain timnas U-19 memiliki mentalitas bertanding yang bagus. Bahkan, Fernandes menyebut gaya permainan timnas U-19 mirip dengan gaya permainan sepak bola Spanyol. “Menarik karena cukup mirip dengan sepak bola Spanyol. Saya yakin kesuksesan akan datang untuk tim ini,” ujar dia.

Timnas U-19 memang bermain cukup apik saat beruji coba melawan Valencia. Walaupun sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Castillejo pada menit ke-17, timnas U-19 mampu menyamakan kedudukan melalui kaki kapten Evan Dimas.

Proses gol Evan bahkan tercipta dengan sangat ciamik. Berawal dari operan Evan kepada Septian David yang berada di sisi kanan, Septian kemudian melakukan manuver ke depan kotak penalti. Pergerakan Septian mencuri perhatian para bek Valencia B yang akhirnya lengah mengawasi pergerakan Evan.

Septian lantas mengirimkan umpan terobosan kepada Evan. Evan yang tidak terkawal pun akhirnya sukses menjebol gawang Valencia B dengan tendangan mendatar ke pojok kiri gawang.

Timnas U-19 masih memiliki dua pertandingan dalam tur Spanyol ini. Selanjutnya, pasukan Indra Sjafri bakal menjajal kekuatan Barcelona B pada Rabu (24/9) dan Real Madrid C sehari berselang.

Sumber : RepublikaOnline

Senin, 21 Juli 2014

Daftar Nama 18 Pemain ISL Stars VS JUVENTUS, 6 Agustus 2014


PT Liga Indonesia merilis 18 nama pemain yang masuk dalam skuad ISL Star 2014. Sebanyak 18 pemain itu akan menghadapi Juventus di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 6 Agustus 2014.

Rilis pemain ini dikeluarkan setelah sebelumnya Technical Study Group (TSG) PT Liga Indonesia melakukan pemilihan. Pemilihan pemain dilakukan dengan menggunakan parameter yang cukup kompleks.

TSG memperhatikan detail catatan statistik pemain di kompetisi, konsistensi permainan, kontribusi terhadap tim, dan banyak variabel lainnya, secara kuantitatif maupun kualitatif.

Dari 18 pemain yang masuk daftar, lima pemain merupakan legiun asing. Kelima pemain itu adalah Thierry Gathuessi, Konate Makan, Gustavo Lopez, Esteban Vizcarra, dan Emmanuel Kenmogne. Sementara sisanya merupakan pemain yang memperkuat timnas, baik senior maupun U-23.

TSG sendiri juga memilih 14 pemain untuk dimasukan daftar cadangan. Pemain yang ada dalam daftar cadangan sewaktu-waktu dipanggil bila pemain di daftar skuad untuk hadapi Juventus mengalami kendala.

Selain pemain, Liga Indonesia melalui TSG juga menetapkan Stefan Hansson sebagai pelatih. Ia akan didampingi pelatih Persela Eduard Tjong dan Alan Haviludin yang merupakan pelatih kiper Arema.

Nama Pemain ISL Stars :
Kiper : Kurnia Meiga, Andritany Ardhiyasa

Bek : Novan Setya Sasongko, Zulkifli Syukur, Alfin Tuasalamony, Ahmad Jufriyanto, Victor Igbonefo, Thierry Gathussie, Manahati Lestusen

Gelandang : Raphael Maitimo, Firman Utina, Konate Makan, Gustavo Lopez, Esteban Vizcarra, Ferdinand Sinaga, Ramdani Lestaluhu

Striker : Emmanuel Kenmogne, Cristian Gonzales
 
Sumber : SportSatu

Empat Laga Timnas U-19 di Valencia Bakal Disiarkan Langsung SCTV

Timnas U-19
 
Kiprah tim nasional U-19 Indonesia di turnamen internasional COTIF di Valencia, Spanyol, 10 - 20 Agustus akan disiarkan secara langsung. SCTV selaku official broadcaster timnas U-19 bakal menyiarkan empat laga skuad Garuda Muda di babak penyisihan Grup A turnamen tersebut.

Empat laga itu adalah melawan Mauritania U-20, Arab Saudi U-20, Argentina U-20, dan Barcelona Juvenil A. Rencana penayangan laga Evan Dimas dkk. di COTIF disampaikan lewat akun twitter SCTV Sports.

Mauritania akan menjadi lawan pertama skuad Garuda Jaya. Laga perdana timnas U-19 bakal ditayangkan Senin (11/8) pukul 23.45 WIB.

Laga kedua timnas U-19 melawan Arab Saudi disiarkan Rabu (13/8) dengan waktu yang sama. Demikian pula dengan pertandingan melawan Argentina pada Jumat (15/8) dan Barcelona, Sabtu (16/8).

Timnas U-19 mengikuti turnamen tersebut sebagai persiapan menuju Piala Asia U-19 di Myanmar, Oktober 2014. Indonesia tergabung di Grup B bersama Australia, Uzbekistan, dan Uni Emirat Arab. (intersport)
 
Sumber & Foto : BolaIndo

Selasa, 01 Juli 2014

Indra Sjafri Ingin Maksimalkan Timnas U19 di Spanyol



Pelatih Timnas Indonesia U19, Indra Sjafri, ingin memaksimalkan kekuatan tim Garuda Jaya saat mengikuti Turnamen COTIF 2014 yang digelar di Spanyol pada tanggal 10 hingga 20 Agustus 2014 mendatang. Turnamen tersebut akan menjadi ajang pematangan sebelum Timnas U19 berlaga di putaran final Piala Asia U19 2014 di Myanmar.

“Kami akan terus mengeliminasi kesalahan-kesalahan dari pertandingan sebelumnya pada uji coba nanti. Sebab, kami memiliki target tim ini akan memiliki kekuatan 100 persen pada Oktober nanti usai dari Spanyol. Kita bentuk tim ini dengan sesi-sesi latihan yang sudah diprogramkan, termasuk melalui uji coba,” papar Indra Sjafri beberapa waktu lalu.

“Setelah ini, kita akan ke Eropa untuk mengikuti Turnamen COTIF. Dengan melawan tim yang memiliki level lebih tinggi, saya berharap pemain bisa mengetahui bagaimana rasanya bermain dengan level seperti itu dan memetik pelajaran berharga sebelum tampil di Piala Asia U19,” lanjutnya.

Di Turnamen COTIF 2014 nanti, Evan Dimas dan kawan-kawan berada di Grup bersama skuat muda Barcelona serta tim nasional U20 Argentina, Arab Saudi, dan Mauritania. Untuk Grup B, terdapat Valencia, timnas U20 Qatar, China (Tiongkok), Ekuador, dan Brasil.

Dua tim teratas masing-masing grup berhak lolos ke semifinal yang digelar pada tanggal 18 Agustus 2014. Sedangkan partai puncak atau laga final bakal diselenggarakan pada tanggal 20 Agustus 2014.
 
Sumber : SidomiNews